Ketika Ferdinand de Lesseps, seorang jutawan dan insiyur dari Prancis memimpin yang pernah dia alami ketika membangun terusan Suez ( dia juluki the Hero Of Suez atau Pahlawan Suez ) harus kandas di Panama. Tim Prancis yang merupakan tim pertama yang bertanggung jawab terhadap pembangunan Kanal tersebut gagal melaksanakan tugasnya, bahkan kemudian proyek tersebut dihentikan ( abandoned ), Tim tersebut kewalahan dengan adanya factor x yang menyebabkan sulitnya tenaga kerja bekerja secara produktif. Hampir sebagian tenaga kerja tersebut sakit terserang malaria yang sama sekali tidak terdeteksi sebelumnya oleh Tim Prancis. Bahkan diperkirakan selama periode enam tahun pembangunan Kanal itu, 10 sampai 20 ribu jiwa meninggal akibat berbagai penyakit. Ketika kemudian Amerika Serikat di bawah pimpinan Presiden Theodore “ Teddy “ Roosevelt mengambil alih proyek tersebut pada awal tahun 1990-an, langkah pertama yang dilakukan oleh Tim AS adalah memanggil dokter William Gorgas dan dokter Ronald Reed untuk membasmi sumber penyakit malaria lebih dahulu. Pekerjaan ini dirasakan berat dan bahkan semula dianggap membuang waktu dan biaya, namun yang terjadi kemudian adalah pembangunan proyek miliaran US$ tersebut berjalan lancer dan bahkn menjadi jalur strategis pelayaran penting di abad kedua puluh.
Sepenggal kisah di atas hanyalah satu ilustrasi untuk menggambarkan situasi yang sama dalam membangun perikanan Indonesia. Pencapaian pembangunan sector perikanan yang tangguh haruslah dimulai dari membasmi “ masalah – masalah “ yang melekat di sector perikanan. Bahkan dalam jurnal terbaru fish and fisheries tahun 2005, Smith dan Link menulis artikel yang provoktif dengan judul “ Autopsy your dead and living : a proposal for fisheries science, fisheries management and fisheries “, Dalam artikel tersebut kedua penulis menawarkan metode yang digunakan dalam dunia kedokteran, yakni melakukan “ otopsi “ terhadap perikanan untuk membenah akar permasalahan dan kebijakan yang selama ini dirasa kurang tepat. Dari “ Otopsi “, inilah baru kemudian dilahirkan kebijakan yang berbasis pada kegagalan masa lalu.
Selama ini masalah – masalah tersebut sering tidak tampak dipermukaan sebagai suatu permasalahan yang krusial yang harus dipecahkan lebih dahulu, pada hal sering kali program-program pembangunan perikanan yang sedang dan akan dijalankan oleh pemerintah berada di jalan buntu jika masalah di sector ini tidak di atasi lebih dulu. Sebagai contoh, kegagalan pembangunan perikanan di Kanada pada awal tahun 1980-an membuat pemerintah mengambil strategi yang berbeda dengan lebih dulu membasmi penyakit perikanan. Dengan Program Davis Plan ternyata diketahui bahwa
No comments:
Post a Comment